Pages

Rabu, 20 April 2016

Artikel Blog

Untuk memenuhi tugas TIK, saya akan mem-post sedikit pembahasan mengenai sejarah dan jenis-jenis dari blog. Silahkan klik di sini.

Rabu, 03 Februari 2016

Resensi Autumn In Paris

Novel Autumn in Paris adalah novel kedua Ilana Tan. Selain menulis, Ilana juga menikmati film, buku, dan bahasa asing. Kini ia menetap di Jakarta dan bekerja di bidang yang disukainya.
Novel ini menceritakan kisah cinta seorang pria yang jatuh cinta pada pandangan pertama kepada seorang wanita menginjakkan kakinya di bandara di kota Paris setelah sekian lama ia menetap di Jepang. Mereka terus menerus bertemu tanpa sengaja, hingga akhirnya mereka berkenalan, menjadi dekat dan saling jatuh cinta. Saat mereka menyadari adanya rasa cinta diantara keduanya, mereka harus terpukul karena mengetahui kenyataan yang menyakitkan hingga mendorong salah satu diantara mereka ingin mengakhiri hidup. Kenyataan bahwa sebenarnya mereka adalah saudara kandung dan mereka tidak boleh egois karena harus melupakan rasa cinta yang ada di hati mereka.
Saya rasa novel ini benar-benar menarik, namun saya rasa akan lebih baik apabila penggunaan bahasa Perancisnya ditambah sehingga kesan Parisnya benar-benar hidup.
Novel ini unik karena memiliki ending yang benar-benar tak terduga, dan konflik yang disajikannya benar-benar membuat pembaca menjadi penasaran mengenai apa yang akan terjadi selanjutnya. Pengarang pun sangat pandai dalam menggambarkan latar dalam cerita, sehingga pembaca dapat membayangkan bagaimana situasi dan kondisi tempat dan juga suasana yang sedang diceritakan walaupun sebenarnya pembaca tidak pernah mengunjungi tempat yang berada dalam latar tersebut yang kebanyakan berada di kota Paris. Kisah cinta yang terjadi di kota cinta membuat cerita ini benar-benar romantic dan menyentuh orang yang membacanya.
Secara keseluruhan, novel ini benar-benar layak untuk dibaca dan membuat saya menangis karena seolah-olah saya merasakan penderitaan yang dialami oleh pemeran utama novel tersebut, Tara Dupont. Dengan demikian, pengarang benar-benar berhasil dalam menyampaikan ceritanya karena dapat memunculkan kontak batin antara pembaca dengan peristiwa yang dialami oleh pemeran-pemeran dalam novel tersebut.
   
Tatsuya Fujisawa, seorang arsitek terkenal di Jepang, akhirnya harus menginjakkan kembali kakinya di kota Paris setelah sekian lama ia pergi dari kota ini. Kota yang amat sangat dibencinya. Kota dimana ia akan mencari ayah kandungnya, atas perintah dari mendiang ibunya yang sudah meninggal. Saat sedang menunggu di bandara, ia mendapati seorang gadis blasteran Asia-Eropa yang berjalan terburu-buru. Entah mengapa ia tertarik dan kemudian mengeluarkan kamera untuk mengabadikan hal tersebut. Benar-benar diluar dugaan, ternyata wanita tersebut adalah teman dari Sebastien Giraudeau, sahabat lama Tatsuya. Ia bernama Tara Dupont. Tatsuya dan Tara sering bertemu secara tidak sengaja hingga akhirnya mereka berkenalan dan menjadi dekat. Tatsuya sering meminta Tara menemaninya jalan-jalan mengelilingi kota Paris. Seringkali tanpa pengetahuan Tara, Tatsuya mengambil foto Tara saat mereka sedang jalan-jalan. Menurut Tatsuya, Tara benar-benar menarik. Tinggi semampai, hidung mancung, mata abu-abu dan kulit eksotis Asia. Seiring dengan berjalannya waktu, mereka pun menjadi semakin dekat dan akhirnya saling mencintai. Walaupun ia sering pergi dengan Tara, ia tidak melupakan niat utamanya datang ke kota ini, untuk mencari ayah kandungnya, yang bernama Jean-Daniel Lemercier. Saat ia telah berhasil menemukannya, ia harus dihadapkan dengan kenyataan pahit, ternyata Jean-Daniel Lemercier adalah Jean-Daniel Dupont yang merupakan ayah kandung Tara. Keadaan menjadi sangat rumit karena rasa cintanya kepada Tara sangatlah besar namun ia tidak bisa egois dan ia harus memberitahu Tara mengenai hal ini. Namun, Tara mengetahui hal ini sebelum Tatsuya sempat memberitahunya dan Tara depresi hingga ingin bunuh diri. Akhirnya Tatsuya memutuskan untuk kembali ke Jepang dan ia tidak akan kembali ke Paris sebelum ia bisa menghilangkan perasaannya pada Tara. Lambat laun, Tara dapat ceria kembali seperti biasanya dan sedikit melupakan Tatsuya. Namun tiba-tiba, ia dikagetkan dengan berita bahwa Tatsuya mengalami kecelakaan dan sedang kritis. Ia dan ayahnya diminta untuk datang ke Jepang menemui Tatsuya oleh ayah angkat Tatsuya. Saat di kamar rawat Tatsuya, Tara terus menggenggam jemari Tatsuya dan mengajaknya bicara. Namun tiba-tiba saja monitor penunjuk detak jantungnya menampakkan garis lurus dan berbunyi alarm nyaring, dokter pun segera berusaha menyelamatkan Tatsuya, namun gagal. Tatsuya pun meninggal dunia. Setelah kejadian itu, Tara berusaha mengatur hidupnya seperti sebelum ia bertemu Tatsuya, ia harus tetap ceria karena ia teringat ucapannya pada Tatsuya :
Jangan marah padaku kalau aku menangis....Hari ini saja....Kau boleh lihat sendiri nanti. Kau akan lihat tidak lama lagi aku akan kembali bekerja, tertawa, dan mengoceh seperti biasa....Aku janji...

“Seandainya masih ada harapan –sekecil apa pun- untuk mengubah kenyataan, saya bersedia menggantungkan seluruh hidup saya pada harapan itu.” –Tatsuya Fujisawa

Ookami Shoujo to Kuro Ouji Live Action

     Kalian pecinta manga romance? Pasti kalian tahu manga yang satu ini. Ya! Ookami Shoujo to Kuro Ouji atau The Wolf Girl and The Black Prince akan diadaptasi ke layar lebar. Wow, can't wait!


     Manga romance ini menceritakan tentang seorang siswa SMA yang bernama Erika Shinohara yang sangat hobi menceritakan kekasih yg ada dalam mimpinya itu kepada teman-temannya. Pada suatu hari teman-temannya meminta Erika untuk menunjukkan fotonya itu. Erika sangat bingung! Hingga suatu hari ketika ia sedang jalan-jalan, ia bertemu dengan seorang pria yang sangat tampan. Tanpa permisi dan apa pun, ia memfoto laki-laki tersebut dan keesokan harinya ia menunjukkannya pada temannya.
     Tanpa ia sadari, ternyata laki-laki itu adalah teman satu sekolahnya, Kyouya Sata, cowo terpopuler yang ada di sekolahnya! Terpaksa agar laki-laki itu tidak membongkar kebohongannya, ia  meminta Sata untuk menjadi kekasih "gadungannya" dan akan melakukan apa pun yang Sata inginkan. Siapa sangka, laki-laki yang memiliki sikap manis dihadapan para gadis itu ternyata memiliki sifat seperti "The Black Prince". Jika tahu itu, mungkin Erika tidak akan meminta laki-laki tersebut menjadi kekasih "gadungannya". Namun apa daya, semuanya sudah terjadi.
     Namun hari-hari terus berlanjut. Sikap Sata yang semula sangat menyebalkan lama-lama menjadi sangat perhatian pada Erika. Apakah yang terjadi? Bagaimana kelanjutan hubungan antara Erika Shinohara dan Kyouya Sata?
     Manga karya Hatta Ayuko ini dikabarkan akan ditayangkan di layar lebar pada bulan September 2016 mendatang. Setelah diangkat menjadi serial anime, kini manga ini juga akan diangkat ke dalam layar lebar. Dan banyak pecinta anime ini yang cukup excited menuggu film ini. Bagi kalian pecinta manga ini, pasti kalian juga sangat menunggu kehadiran film ini di Indonesia. Untuk cuplikan trailer dapat kalian lihat di bawah ini!



Dan ini adalah daftar para pemain Ookami Shoujo to Kuro Ouji
  • Kento Yamazaki sebagai Kyouya Sata
  • Fumi Nikaido sebagai Erika SHinohara
  • Nobuyuki Suzuki sebagai Nozomi Kamiya
  • Mugi Kadowaki sebagai Ayumi Sanda
  • Elaiza Ikeda sebagai Aki Tezuka
  • Ryuusei Tokohama sebagai Takeru Hibiya
  • Tina Tamashiro sebagai Marin Tachibana
  • Ryou Yoshizawa sebagai Yuu Kusabake
  • Nanao sebagai Reika Sata

Film Winter In Tokyo difilmkan!

     Bagi kalian pecinta novel romantis pasti sudah tidak asing mendengar novel 4 musim dan salah satunya adalah Winter In tokyo. Novel kedua setelah Summer in Seoul karya Illana Tan ini kini akan diadaptasi menjadi sebuah film. Apakah kamu excited? well, saya sebenarnya cukup excited mendengarnya namun saya kecewa ketika tahu para pemain yang akan mengisi layar lebar ini karena ternyata tidak sesuai ekspetasi saya hahaha. Bagaimana menurutmu? Bagi kalian yg belum membaca novel ini, saya akan sedikit menceritakan tentang novel ini :v
     Novel yang menceritakan seorang gadis blasteran Indonesia-Jepang, Keiko Ishida, yang bertemu dengan seorang lelaki, Nishimura Kazuto, seorang fotografer yang baru saja pindah dari Amerika Serikat. Kazuto merupakan teman satu apartemennya, namun kesialan datang pada Keiko karena di hari pertama kali mereka bertemu, Keiko sudah memberikan kesan buruk pada Kazuto.
     Namun hari-hari berlalu. Kini kedekatan Kazuto dan Keiko semakin dekat. Namun pada kenyataannya, Keiko masih terus mencari Kitano Akira, laki-laki yang telah membantunya mencari kalung liontin saat ia masih duduk di bangku sekolah. Dan akhirnya keinginan Keiko terwujud! Ia bertemu dengan cinta pertama yang telah ia cari-cari selama 10 tahun lamanya.
     Sampai suatu saat hal yang tidak diinginkan terjadi. Kazuto mengalami suatu insiden yang membuatnya hilang ingatan, bahkan Keiko, perempuan yang telah membuat Kazuto bisa melupakan mantan kekasihnya. Namun ternyata Iwamoto Yuri mendekati lagi Kazuto. Ketika Kazuto sadarkan diri, ia tidak mengingat sedikit pun tentang hal yang sudah dia lakukan ketika ia menginjakan kakinya di Jepang. Yuri yang selalu menjaga Kazuto semenjak Kazuto sadar membuat Kazuto semakin tidak mengingat bahwa sebenarnya sudah ada gadis lain yang menggantikan posisi Yuri di hatinya. Bagaimana kelanjutannya?

      Novel "Sunshine Becomes You" karangan Illana Tan ini juga sudah diadaptasi ke dalam sebuah film yang telah ditayangkan bulan Desember tahun lalu, kini novel kedua yang berjudul "Winter In Tokyo" pun akan diadaptasi ke dalam layar lebar oleh Fajar Bustomi. Dan kabarnya mereka sudah memulai syutingnya. Berikut adalah pemain-pemain yg akan bermain di film tersebut.

1. Dion Wiyoko sebagai Nishimura Kazuto

2. Pamela Bowie sebagai Keiko Ishida

3. Morgan Oey sebagai Kitano Akira

4. Kimberly Rider sebagai Iwamoto Yuri

5. Brandon Salim sebagai Sato Tomoyuki

6. Brigitta Chyntia sebagai Sato Haruka

7. Ferry Salim sebagai Shinzo

Rabu, 27 Januari 2016

Ojigi (Tradisi Membungkuk)

Hai, minna. Ogenki desuka?
Hari ini saya mau bahas sedikit mengenai salah satu budaya di Jepang yaitu  お辞儀 (Ojigi)

Bagi kalian penggemar film animasi atau dorama jepang, pasti kalian sudah tidak aneh melihat orang Jepang yg melakukan Ojigi atau salam membungkukan badan ketika akan atau selesai melakukan sesuatu. Budaya Ojigi ini adalah budaya yg dilakukan orang Jepang untuk menghormati orang lain. Biasanya orang-orang akan melakukan hal ini ketika berterimakasih, meminta maaf, memohon bantuan, dan masih banyak lagi.
Ojigi ini dibagi menjadi beberapa macam. Yang pertama ada anggukan 5 derajat. Anggukan ini hanya dilakukan dengan menganggukan sedikit kepada kita untuk menghormati orang lain dan dilakukan kepada teman yang sudah akrab atau kepada orang yang pangkatnya lebih rendah dari pangkat kita.
Yang kedua (Eshaku/会釈) yaitu membungkuk 15 derajat atau membungkuk salam. Cara membungkuk yang dilakukan ketika kita memberi salam kepada seseorang yang tidak terlalu kita kenal dan hanya sebagian sapaan sepintas
Yang ketiga (Keirei/敬礼) yaitu membungkuk 30 derajat atau membungkuk hormat. Cara membungkuk ini biasanya dilakukan untuk menunjukan rasa hormat kepada orang yg lebih tua atau yang pangkatnya lebih tinggi dari kita. Cara membungkuk ini juga dilakukan oleh para pelayan toko kepada para pelanggannya.
Yang keempat (Sai-kerei/最敬礼) yaitu membungkuk 45 derajat atau membungkuk hormat tertinggi. Membungkuk ini merupakan cara membungkuk yang paling formal. Biasanya dilakukan ketika kamu menunjukan rasa bersalahmu atau ucapan terimakasih yang sangat mendalam. Dan juga dilakukan ketika memberi salam kepada orang yg memiliki jabatan sangat tinggi, seperti kaisar.



Dan yang kelima (Zarei/座礼) yaitu membungkuk hingga kepala menyentuh lantai. Untuk yang satu ini sangat jarang dilakukan. Tipe ini biasanya hanya dilakukan dalam melakukan acara-acara keagamaan. Atau bisa juga dilakukan ketika akan melakukan permohonan yang sangat mendalam.


Budaya ini bisa dijadikan standar kesopanan orang-orang yang ada di Jepang. Kita sebagai pendatang yg mungkin suatu hari datang ke Jepang tidak dianjurkan untuk melakukan hal ini. Namun tak salah juga jika kita mempelajarinya bukan?

Asisten Hologram?

Bagi penggemar Iron Man pasti sudah tidak asing dengan nama Tony Stark. Kalau begitu maka kamu pasti kenal dengan Jarvis, asisten pribadi visual milik Tony Stark. Mungkinkah sistem seperti itu ada pada kenyataannya? Ya! Kini Jepang memperkenalkan prduk barunya yang diberi nama "Gatebox (Azuma Hikari)", asisten cantik yang diambil dari salah satu karakter anime ini yang akan menemani kamu dalam melakukan beberapa hal. Bagi kamu yg sendiri (re:jomblo) mungkin cocok untuk memiliki sistem yang satu ini, hahaa.


Ini adalah alat-alat atau pelayanan yg mereka tawarkan pada anda. Keren bukan?
Meski perusahaan ini baru didirikan pada tahun 2014, namun startup Jepang vinclu Inc sepertinya sudah sangat ambisius untuk melakukan proyek ini. Gatebox ini sudah tersambung dengan internet sehingga bisa membantu kamu dalam melakukan suatu hal hanya dengan menyebutkan apa yang kamu mau kepada Azuma. Dan juga Gatebox ini dapat memberitahumu ramalan cuaca yang akan terjadi.


Namun untuk saat ini perusahaan vinclu belim mengumumkan kepastian kapan Getbox ini dapat kita miliki dan sepertinya vinclu akan menawarkan Getbox ini melalui sistem crowdfunding . Pastinya kamu sudah tidak sabar untuk memiliki asisten cantik ini untuk menemani dan membantu pekerjaanmu. Apakah Getbox ini akan hadir di Indonesia? Kita tunggu saja!
Jika kamu penasaran bagaimana cara kerja Getbox ini, silahkan klik video dibawah ini yang diliris oleh Jepang vinclu Inc.