Pages

Rabu, 27 Januari 2016

Ojigi (Tradisi Membungkuk)

Hai, minna. Ogenki desuka?
Hari ini saya mau bahas sedikit mengenai salah satu budaya di Jepang yaitu  お辞儀 (Ojigi)

Bagi kalian penggemar film animasi atau dorama jepang, pasti kalian sudah tidak aneh melihat orang Jepang yg melakukan Ojigi atau salam membungkukan badan ketika akan atau selesai melakukan sesuatu. Budaya Ojigi ini adalah budaya yg dilakukan orang Jepang untuk menghormati orang lain. Biasanya orang-orang akan melakukan hal ini ketika berterimakasih, meminta maaf, memohon bantuan, dan masih banyak lagi.
Ojigi ini dibagi menjadi beberapa macam. Yang pertama ada anggukan 5 derajat. Anggukan ini hanya dilakukan dengan menganggukan sedikit kepada kita untuk menghormati orang lain dan dilakukan kepada teman yang sudah akrab atau kepada orang yang pangkatnya lebih rendah dari pangkat kita.
Yang kedua (Eshaku/会釈) yaitu membungkuk 15 derajat atau membungkuk salam. Cara membungkuk yang dilakukan ketika kita memberi salam kepada seseorang yang tidak terlalu kita kenal dan hanya sebagian sapaan sepintas
Yang ketiga (Keirei/敬礼) yaitu membungkuk 30 derajat atau membungkuk hormat. Cara membungkuk ini biasanya dilakukan untuk menunjukan rasa hormat kepada orang yg lebih tua atau yang pangkatnya lebih tinggi dari kita. Cara membungkuk ini juga dilakukan oleh para pelayan toko kepada para pelanggannya.
Yang keempat (Sai-kerei/最敬礼) yaitu membungkuk 45 derajat atau membungkuk hormat tertinggi. Membungkuk ini merupakan cara membungkuk yang paling formal. Biasanya dilakukan ketika kamu menunjukan rasa bersalahmu atau ucapan terimakasih yang sangat mendalam. Dan juga dilakukan ketika memberi salam kepada orang yg memiliki jabatan sangat tinggi, seperti kaisar.



Dan yang kelima (Zarei/座礼) yaitu membungkuk hingga kepala menyentuh lantai. Untuk yang satu ini sangat jarang dilakukan. Tipe ini biasanya hanya dilakukan dalam melakukan acara-acara keagamaan. Atau bisa juga dilakukan ketika akan melakukan permohonan yang sangat mendalam.


Budaya ini bisa dijadikan standar kesopanan orang-orang yang ada di Jepang. Kita sebagai pendatang yg mungkin suatu hari datang ke Jepang tidak dianjurkan untuk melakukan hal ini. Namun tak salah juga jika kita mempelajarinya bukan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar